Techno.COM, Vol. 11, No. 3,
Agustus 2012: 142-149
142
ANALISA DAN PARADIGMA PENDIDIKAN
ILMU KOMPUTER DI INDONESIA
De Rosal Ignatius Moses Setiadi1, Indra Gamayanto2
1Program Studi
Teknik Informatika
2Program Studi
Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer,
Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang
50131
Telp : (024) 3517261, Fax : (024)
3520165
Abstrak
Pusat pengembangan terpenting dalam dunia pendidikan
saat ini yang sangat
dibutuhkan adalah pengembangan pendidikan ke arah
bagaimana kita
menggabungkan antara teknologi dan jiwa
kewirausahaan, tetapi yang menjadi
masalah utama di sini adalah banyak universitas belum
dapat berfokus pada hal
tersebut karena ketidaksiapan sumber daya manusia
yang ada. Di sini kita
membutuhkan pertimbangan, rencana, dan aksi untuk
segera mengembangkan hal ini,
sebab jika ini tidak terjadi, kita akan sulit
menghadapi era globalisasi. kemajuan
suatu Negara harus didukung oleh kesiapan sumber daya
manusia yang berkualitas,
berpotensi dan siap untuk menghadapi itu semua.
Kuncinya adalah perubahan
paradigm yang diperlukan untuk dapat membuat semuanya
dapat berhasil dengan
baik.
Kata kunci : pendidikan, universitas, ilmu komputer, sumber daya
manusia,
kewirausahaan.
Abstract
The most important development centers in the world
of education today that is
needed is the development of education in the
direction of how we combine technology
and entrepreneurial spirit, but the main problem here
is that many universities have
not been able to focus on the capacity of the
existing human resources. Here we need
consideration, plans, and immediate action to develop
this, because if this does not
happen, we would be hard to face the globalization
era. Progress of a country's
readiness to be supported by qualified human
resources, potential and ready to face it
all. The key is the paradigm change needed to be able
to make it to work well.
Keywords : education, university, computer science, human
resource,
Entrepreneurship
I. PENDAHULUAN
Pendidikan
adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Gagalnya
pendidikan juga merupakan kegagalan kehidupan dan masa depan. Namun, seberapa
banyak orang, termasuk mahasiswa, mahasiswi, dosen dan para praktisi, yang
menyadari betapa berbahayanya dan krusialnya Techno.COM,
Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 143 pendidikan di zaman sekarang jika
tidak diarahkan kepada kebenaran?, Berapa banyak yang menyadari seberapa jauh
perbedaan yang sebenarnya antara pendidikan yang benar dan cara pendidikan yang
salah?. Kiranya makalah sederhana ini bisa membukakan pikiran kita tentang
pentingnya membangun pendidikan yang
benar bukan hanya secara gejala,
tetapi dari konsep dasar, bukan poles-polesan luar atau make up untuk menutupi
hal-hal yang tidak benar di dalam, tetapi sungguh-sungguh membangun pendidikan
yang benar dari fondasi dasarnya, yaitu Kebenaran. Komputer telah digunakan
dalam bisnis selama lebih dari 50 tahun. Selama masa itulah perubahan-perubahan
dramatis pada teknologi perangkat keras dan perangkat lunak terjadi serta
bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam
dunia bisnis. Perubahan besar pada perangkat keras adalah kecenderungan
penggunaan komputer berukuran kecil dan diciptakannya hubungan antar komputer
untuk membentuk jaringan komunikasi. Perubahan besar pada teknologi perangkat
lunak mulai dari pemrograman yang disesuaikan dengan pesanan pelanggan hingga penggunaaan
sistem perangkat lunak yang belum dikembangkan lebih lanjut. Teknologi
perangkat keras dan perangkat lunak adalah system fisik, keduanya ada secara
fisik sebagaimana halnya perusahaan dan sumber daya-sumber daya fisiknya,
sebagai contoh mesin material dan sumber daya manusia. Data dan informasi yang
diolah dengan komputer dan disimpan pada unit-unit penyimpanan dapat dipandang
sebagai system konseptual. Meningkatnya penggunaan komputer sebagai system
konseptual membantu manajer dan para pebisnis dalam mengelola system fisik yang
ada di perusahaan, belum termasuk pengelolaan proses-proses transaksi yang
merupakan terobosan yang besar dalam aplikasi komputasi bisnis. Perusahaan
dengan cepat menyadari bahwa keunggulan kompetitif dicapai secara efektif
dengan
memanfaatkan sumber daya
konseptual bersama dengan sumber daya fisik. Untuk mencapai keunggulan kompetitif ini, sumber daya
informasi harus dikelola dengan baik. Hal ini memerlukan adanya pengembangan
perencanaan informasi strategic yang berorientasi ke masa depan dengan
mengidentifikasi rencana penggunaan computer dan sumber daya informasi yang
diperlukan. Walaupun penggunaan komputer telah memberikan pengaruh yang cukup
besar terhadap organisasi perusahaan, namun pengaruh yang paling dramatis terjadi
setelah adanya e-commerce, yang menghubungkan satu bisnis dengan bisnis lainnya
dan menghubungkan bisnis dengan konsumen. Pebisnis masa kini dapat memilih
apakah akan menggunakan toko maya, atau toko dengan gedung
lengkap atau gabungan antara
keduanya. Dalam paper ini akan
dijelaskan secara singkat tentang bagaimana menggabungkan Ilmu Komputer ataupun
teknologi dengan entrepreneurship.
II. KONSEP DASAR
Kita ketahui beberapa pandangan
umum bahwa banyak yang menyatakan bahwa kemampuan teknikal lebih penting Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 144 daripada
kemampuan manajerial dalam teknologi. Pandangan ini dapat dikatakan pandangan
yang belum cukup luas cakupannya karena ini akan mengakibatkan hanya pada satu
sisi yang diberatkan sedangkan sisi lain seperti kemampuan manajerial ataupun
bisnis dalam fakultas teknologi informasi ataupun ilmu komputer kadang menjadi
terabaikan. Di sini kita akan melihat suatu kerangka konsep yang sangat
sederhana, dimana menggabungkan antara kemampuan teknikal dan manajerial sangat
diperlukan untuk menghasilkann sumber daya manusia yang bukan saja mencari
lapangan pekerjaan setelah lulus tetapi “menciptakan lapangan pekerjaan” ini
hal yang sangat penting di antara konsep lainnya.
Dari gambar 1, kita dapat melihat
hal yang sangat sederhana (mungkin orang yang melihatnya akan mengatakan, “saya
sudah mengetahui”), tapi ada satu hal yang dilupakan bahwa pada saat “kita merasa
diri kita mengetahui maka kita sebenarnya belum mencapai pengetahuan itu
sendiri”. Kita tidak akan berbicara banyak tentang filosofi. Kembali kepada
kerangka konsep kemampuan dalam gambar 1, dari hasil
experience yang kita dapat peroleh bahwa banyak
fakultas (departemen) teknologi informasi ataupun pendidikan Ilmu Komputer pada
umumnya terlalu menitik beratkan pada kemampuan technical yang super, tetapi
kemampuan untuk membangun bisnis yaitu kemampuan entrepreneurship sudah sangat dilupakan. Sebagai
contoh konkrit: seorang mahasiswa mempunyai kemampuan programming yang sangat
canggih tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk “menjual” kemampuan tersebut,
maka
yang terjadi maka mahasiswa
tersebut hanya dapat berdiri pada satu titik yaitu titik employee bukan melaju kepada titik self employee atau bahkan lebih jauh lagi (hal ini
dapat saya jelaskan dengan
beberapa contoh ataupun bukti
saya sebagai seorang konsultan dalam menghasilkan mahasiswa yang
mempunyai penghasilan 5 juta per
bulan, 100 juta ataupun beberapa mahasiswa
sudah dikirim ke Malaysia dari
hasil training yang saya lakukan terhadap mereka).
Kita lanjutkan konsep kerangka kemampuan
ini perlu dikembangkan secara seimbang bukan berat sebelah, yang artinya pada
saat seseorang mempunyai kemampuan teknikal yang tinggi maka perlu ditekankan
bahwa menciptakan lapangan pekerjaan adalah hal yang sangat penting, sebagai
contoh yang sederhana dengan menjadikan mahasiswa tersebut seorang konsultan junior
yang walaupun dibayar murah tetapi pengalaman yang diperoleh akan sangat
berharga bahkan lebih berharga daripada pendidikan formal yang dia peroleh.
Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 145
Di sisi lain mahasiswa yang
mempunyai kemampuan entrepreneurship yang tinggi juga
perlu dibekali kemampuan teknikal yang berbasis pada talent yang dia miliki bukan
memaksakan. Terdapat contoh yang sangat konkrit yang terjadi di dunia
pendidikan sekarang ini. Beberapa Universitas memaksakan semua program yang
dimiliki tanpa bisa melihat ataupun menempatkan mahasiswa pada kemampuan
sebenarnya. Sebagai contoh yang bisa dikemukakan adalah jika semua mahasiswa
diwajibkan untuk mengambil program Java dan bersertifikat Java maka di sini
akan terjadi kesenjangan yang sangat memaksa. Program pendidikan di fakultas
(departemen) teknologi informasi ataupun ilmu komputer harus dapat melihat
dengan mata terbuka lebar bahwa “tidak setiap orang mempunyai kemampuan yang
sama”, tetapi kita harus menyatukan kemampuan. Contoh lebih jauh lagi di suatu
universitas yang berbasis teknologi, para dosen mempunyai bagian masing-masing,
spesialisasi yang saling
terhubung bukan saling terpisah, dosen A mempunyai kemampuan Java programming,
Dosen B kemampuan SAP dan ERP, Dosen C kemampuan programming lainnya (secara universal)
dan terakhir Dosen Dmempunyai kemampuan manajerial atau Entrepreneurship. Nah
pada saat ini terjadi menggabungkan lebih baik daripada memisahkannya (hal ini
bisa dijelaskan sangat panjang lebar, terdapat di dalam slide strategy dan
visi).
III. KONSEP PENGEMBANGAN
Dari gambar 2 dapat kita lihat bahwa
kombinasi dan penyeimbangan yang baik antara kemampuan entrepreneurship dan kemampuan
teknikal. Setelah dilakukan penyeimbangan antar kemampuan masing-masing maka
diperlukan pembangunan sumber daya manusia yang lebih luas dan yang terpenting
adalah pembangunan bisnis di dalam fakultas (departemen) teknologi informasi.
Hal ini
dapat dimulai bukan hanya dari
projectproject yang diberikan perusahaan kepada mahasiswa, tetapi mahasiswa dan
dosen dituntut untuk dapat membangun perusahaan konsultan, sebagai contoh, untuk
dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas (ini adalah konsep yang sudah
saya terapkan kepada beberapa mahasiswa dan diantaranya sudah berhasil, yang
walaupun bukan
perusahaan IT tetapi Café yang
masih berbasiskan penggunaan teknologi). Di samping itu kerjasama yang solid
antar perusahaan perlu dikembangkan lebih jauh. Di Indonesia hal ini belum
menjadi trend yang kuat sehingga kita selalu sulit untuk bersaing dengan
negara-negara maju. Oleh sebab itu, sudah saatnya perlu terjadi perubahan
paradigma dalam Techno.COM, Vol. 11, No. 3,
Agustus 2012: 142-149 146 pendidikan. Kurikulum harus dapat berimbang.
Pengembangan badan mahasiswa yang berbasis entrepreneurship
sangat
diperlukan untuk menghasilkann profit bukan hanya kepada universitas tetapi
kepada dosen dan mahasiswa, pengembangan riset sangat dibutuhkan juga untuk dikembangkan
lebih jauh. Mata kuliah entreneurshippun dapat digunakan sebagai wadah untuk
membangkitkan semangat mahasiswa untuk belajar membuat usaha baru, mahasiswa
pun tidak hanya diberi tugas-tugas teori saja. Akan tetapi pada matakuliah ini
juga dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk mereka pada matakuliah
lain. Sebagai contoh tugas pada matakuliah database dan pemrograman java dapat
dikombinasikan menjadi software jual-beli yang dapat dijual kepada toko-toko
yang masih menggunakan penyimpanan data secara manual. Dalam kasus ini
diperlukan kombinasi antara kemampuan teknikal dan entrepreneurship. Tentunya
untuk menjual produk dibutuhkan kedua kemampuan itu. Secara teknikal, seorang
mahasiswa harus melakukan inovasi terhadap program itu sehingga berbeda
dengan program-program yang lain.
Misalnya peningkatan kemampuan database dengan pemberian history penjualan yang
lebih lengkap, prediksi penjualan, dan software yang dapat mengusulkan suatu
promosi penjualan barang pada customer member. Sedangkan secara
entrepreneurship, seorang mahasiswa harus mampu memasarkan produknya dengan
publikasi, promosi, atau dengan menyebarkan programnya untuk dapat diunduh
secara free dan diberikan masa percobaan. Hal ini dapat memberikan banyak pengalaman
berharga pada mahasiswa, dan melatih mahasiwa untuk dapat
membuat usaha sendiri misalnya
software house. Lebih jauh lagi, pengembangan sumber daya manusia terkadang
menemui kendala yang cukup besar di dalam pendidikan Ilmu Komputer. Kendala pertama
yang pada umumnya terjadi adalah kurangnya fasilitas yang diberikan sehingga
tidak dapat melakukan riset lebih dalam lagi. Kendala ke 2 adalah kurangnya
dukungan dari Rektorat
terhadap kebutuhan yang sangat signifikan
terhadap perkembangan talenta masing-masing mahasiswa dan dosen ataupun tenaga
pengajar. Kendala ke 3 tidak solidnya kerjasama antar dosen ataupun tenaga
pengajar sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat antar pengajar. Kendala
ke 4 Perusahaanperusahaan masih menutup diri dalam bekerja sama dengan
universitas sehingga hal ini mengakibatkan tidak berkembangnya perusahaan itu
sendiri dan demikian juga universtas. Kendala ke 6 Pemerintah tidak mendukung
penuh dalam dunia pendidikan, terjadinya korupsi dan sebagainya.
Kendala-kendala di atas hanya merupakan sebagian kecil kendala yang kita
ketahui, terdapat banyak sekali kendala yang harus kita atasi terutama pada
tingkat riset.
IV. PANDANGAN UMUM
Perkembangan Ilmu Komputer di Indonesia
masih sangat lambat walaupun terlihat perkembangannya cepat tetapi tidak
dikendalikan dengan baik. Kita bisa mengilustrasikan demikian: seperti molekul-molekul
atom yang terpisah Techno. COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 147 pisah dan
belum menyatu. Hal ini akan sangat berbahaya sekali karena jika pendidikan ilmu
Komputer ataupun universitas tidak dapat menyatukan kemampuan masing-masing
maka akan terjadi Gap yang terlalu besar. Sebagai contoh Facebook sangat
booming di Indonesia, di sini kita dapat melihat para
pengguna Facebook yang luar biasa
meningkatnya tetapi di mana orang-orang yang mau membuat facebook, menyaingi sehingga
kita sebagai local dapat memiliki andalan untuk bersaing dengan
dunia luar. Memang sudah beberapa
tapi hal ini masih belum cukup karena dengan tidak didukung kemampuan marketing
yang baik, maka berakhir pada tidak banyak yang menggunakan produk lokal
kita. Pandangan berikutnya adalah
Yahoo Messenger ataupun e-mail yahoo, google, dan masih banyak lagi. Kita perlu
mengembangakan sumber daya manusia yang mampu untuk mengembangkan halhal seperti
itu karena itu dapat meningkatkan daya saing. Ingat kemampuan teknikal tanpa didukung
kemampuan bisnis dan juga kemampuan bisnis tanpa didukung kemampuan teknikal
yang cukup akan sangat berbahaya sekali. Kita membutuhkan orang-orang yang
mampu. Seperti saya cantumkan dalam riset saya di buku Friendship learning
Systems, bahwa dengan menyatukan talenta dan dapat memahami masing-masing
talenta maka pendidikan dapat berkembang dengan baik.
V. KONSEP PENGEMBANGAN
LEBIH LANJUT
Dari gambar 3, kita dapat melihat
bahwa terdapat 3 irisan lingkaran yang sangat penting. Terdapat suatu pandangan
yang cakupannya tidak luas. Sebagai contoh, bahwa Departemen Terknik Informatika
harus terpisah dengan departemen system informasi dan departemen manajemen
ataupun lainnya. Sesungguhnya hal ini bisa disatukan dengan melihat potensimasing-masing
dan mengembangkan titik temu. Terkadang pendidikan Ilmu Komputer di Indonesia
melupakan hal ini,
dimana kemampuan programming
adalah kemampuan utama dan kemampuan bisnis adalah hal utama tetapi melupakan kemampuan
teknikal. Lebih jauh lagi, contoh dalam kurikulum kita harus merancang
keseimbangan antar satu sama lain dengan berimbang. Teknik Informatika
mempunyai bobot yang lebih jauh lagi terhadap bobot programming yang dimiliki
oleh system informasi.
Memang di sini terjadi perbedaan
yang harus signifikan karena ini akan di spesialisasikan. Dari pengalaman saya pada
saat merancang kurikulum yang akan di gunakan oleh 2 universitas swasta
yang cukup besar, saya merancang keseimbangan
yang kemudian akhirnya diterapkan selama beberapa tahun dan Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 148 hanya
terjadi perubahan sedikit karena sudah bagus untuk dapat diterima oleh industry
atau perusahaan-perusahaan. Inilah sebabnya penting sekali untuk memahami
keseimbangan.
VI. KESIMPULAN
Semua program pendidikan berusaha
membawa pribadi yang bertumbuh untuk dididik dalam relasi terbaik yang mungkin
dengan lingkungannya. Namun, istilah lingkungan sendiri sangat kabur. Jadi,
jika kita mendefinisikan pendididikan sebagai “penyesuaian suatu pribadi yang
bertumbuh dengan
lingkungannya”, maka definisi
tersebut tidak mempunyai signifikansi apa pun jika kita tidak dapat
mendefinisikan apa yang dimaksud dengan lingkungan yang kepadanya individu yang
bertumbuh harus disesuaikan. Lebih jauh lagi, Kita diajarkan bahwa tujuan
pendidikan adalah mengajarkan kepada pribadi-pribadi yang sedang bertumbuh
suatu metode untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang merupakan tempatnya.
Tujuan ini berlawanan dengan apa yang disebut konsep kuno mengenai tujuan pendidikan,
yaitu memberikan kepada anak suatu informasional tertentu.
Pendidikan fungsional telah menggantikan
pendidikan konseptual. Tetapi, jika kita mengamati lebih teliti, apa yang
disebut teori pendidikan fungsional yang kita bicarakan ini sebenarnya tidak
mungkin dapat berfungsi. Alasannya adalah bahwa tidak sesuatu pun yang dapat
berfungsi dalam kekosongan. Pernyataan bahwa tujuan pendidikan adalah
mengajarkan manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya adalah pernyataan
yang benar-benar bertentangan dalam dirinya (self contradictory) jika kita atau
orang lain tidak mempunyai ide mengenai apa yang mungkin dimaksud dengan
lingkungan tersebut. Tidak mungkin ada persiapan untuk menghadapi kekosongan.
Dalam
usaha mempersiapkan diri
menghadapi kekosongan, teori pendidikan modern telah kehilangan arah sama
sekali. Demikian paper singkat ini dibuat, semoga berguna sebagai bahan masukan
(paper ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk diajukan sebagai Journal , yang
diharapkan dapat mengubah paradigm pendidikan pengajaran dan pendidikan di Indonesia.
Paper ini merupakan sebagian kecil dari cuplikan buku Friendship learning
systems yang sedang dalam proses pembuatan, menggabungkannya dengan ilmu
filsafat)
DAFTAR PUSTAKA
[1]http://www.buzzle.com/articles/educati
on-problems-in-public-schools.html
[2]http://www.washingtonpost.com/blogs/
answer-sheet/post/public-educationsbiggest-
problem-getsworse/
2011/09/13/gIQAWGz2RK_blo
g.html
[3]http://www.theatlantic.com/national/ar
chive/2012/04/fixing-education-theproblems-
are-clear-but-the-solutionsarent-
simple/256047/
[4]http://www.jainworld.com/phil/sol/sol1
0.htm
[5]http://www.tanotofoundation.org/index
.php/en/newsroom/press-releases/304-
pemetaan-permasalahan-pendidikanindonesia
Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 149
[6]http://articles.latimes.com/2009/oct/04/
local/me-teachers4
[7]http://dheziedhezie.
blogspot.com/2011/03/indonesi
a-education-problems.html
[8]http://voices.yahoo.com/three-seriousproblems-
current-educational-
250813.html


