Kamis, 06 Oktober 2016

Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149
142

ANALISA DAN PARADIGMA PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER DI INDONESIA


De Rosal Ignatius Moses Setiadi1, Indra Gamayanto2
1Program Studi Teknik Informatika
2Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang
Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang 50131
Telp : (024) 3517261, Fax : (024) 3520165
Abstrak
Pusat pengembangan terpenting dalam dunia pendidikan saat ini yang sangat
dibutuhkan adalah pengembangan pendidikan ke arah bagaimana kita
menggabungkan antara teknologi dan jiwa kewirausahaan, tetapi yang menjadi
masalah utama di sini adalah banyak universitas belum dapat berfokus pada hal
tersebut karena ketidaksiapan sumber daya manusia yang ada. Di sini kita
membutuhkan pertimbangan, rencana, dan aksi untuk segera mengembangkan hal ini,
sebab jika ini tidak terjadi, kita akan sulit menghadapi era globalisasi. kemajuan
suatu Negara harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia yang berkualitas,
berpotensi dan siap untuk menghadapi itu semua. Kuncinya adalah perubahan
paradigm yang diperlukan untuk dapat membuat semuanya dapat berhasil dengan
baik.
Kata kunci : pendidikan, universitas, ilmu komputer, sumber daya manusia,
kewirausahaan.
Abstract
The most important development centers in the world of education today that is
needed is the development of education in the direction of how we combine technology
and entrepreneurial spirit, but the main problem here is that many universities have
not been able to focus on the capacity of the existing human resources. Here we need
consideration, plans, and immediate action to develop this, because if this does not
happen, we would be hard to face the globalization era. Progress of a country's
readiness to be supported by qualified human resources, potential and ready to face it
all. The key is the paradigm change needed to be able to make it to work well.
Keywords : education, university, computer science, human resource,
Entrepreneurship

I. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Gagalnya pendidikan juga merupakan kegagalan kehidupan dan masa depan. Namun, seberapa banyak orang, termasuk mahasiswa, mahasiswi, dosen dan para praktisi, yang menyadari betapa berbahayanya dan krusialnya Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 143 pendidikan di zaman sekarang jika tidak diarahkan kepada kebenaran?, Berapa banyak yang menyadari seberapa jauh perbedaan yang sebenarnya antara pendidikan yang benar dan cara pendidikan yang salah?. Kiranya makalah sederhana ini bisa membukakan pikiran kita tentang pentingnya membangun pendidikan yang
benar bukan hanya secara gejala, tetapi dari konsep dasar, bukan poles-polesan luar atau make up untuk menutupi hal-hal yang tidak benar di dalam, tetapi sungguh-sungguh membangun pendidikan yang benar dari fondasi dasarnya, yaitu Kebenaran. Komputer telah digunakan dalam bisnis selama lebih dari 50 tahun. Selama masa itulah perubahan-perubahan dramatis pada teknologi perangkat keras dan perangkat lunak terjadi serta bagaimana teknologi tersebut diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam dunia bisnis. Perubahan besar pada perangkat keras adalah kecenderungan penggunaan komputer berukuran kecil dan diciptakannya hubungan antar komputer untuk membentuk jaringan komunikasi. Perubahan besar pada teknologi perangkat lunak mulai dari pemrograman yang disesuaikan dengan pesanan pelanggan hingga penggunaaan sistem perangkat lunak yang belum dikembangkan lebih lanjut. Teknologi perangkat keras dan perangkat lunak adalah system fisik, keduanya ada secara fisik sebagaimana halnya perusahaan dan sumber daya-sumber daya fisiknya, sebagai contoh mesin material dan sumber daya manusia. Data dan informasi yang diolah dengan komputer dan disimpan pada unit-unit penyimpanan dapat dipandang sebagai system konseptual. Meningkatnya penggunaan komputer sebagai system konseptual membantu manajer dan para pebisnis dalam mengelola system fisik yang ada di perusahaan, belum termasuk pengelolaan proses-proses transaksi yang merupakan terobosan yang besar dalam aplikasi komputasi bisnis. Perusahaan dengan cepat menyadari bahwa keunggulan kompetitif dicapai secara efektif dengan
memanfaatkan sumber daya konseptual bersama dengan sumber daya fisik. Untuk mencapai  keunggulan kompetitif ini, sumber daya informasi harus dikelola dengan baik. Hal ini memerlukan adanya pengembangan perencanaan informasi strategic yang berorientasi ke masa depan dengan mengidentifikasi rencana penggunaan computer dan sumber daya informasi yang diperlukan. Walaupun penggunaan komputer telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap organisasi perusahaan, namun pengaruh yang paling dramatis terjadi setelah adanya e-commerce, yang menghubungkan satu bisnis dengan bisnis lainnya dan menghubungkan bisnis dengan konsumen. Pebisnis masa kini dapat memilih apakah akan menggunakan toko maya, atau toko dengan gedung
lengkap atau gabungan antara keduanya. Dalam paper ini akan dijelaskan secara singkat tentang bagaimana menggabungkan Ilmu Komputer ataupun teknologi dengan entrepreneurship.

II. KONSEP DASAR
Kita ketahui beberapa pandangan umum bahwa banyak yang menyatakan bahwa kemampuan teknikal lebih penting Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 144 daripada kemampuan manajerial dalam teknologi. Pandangan ini dapat dikatakan pandangan yang belum cukup luas cakupannya karena ini akan mengakibatkan hanya pada satu sisi yang diberatkan sedangkan sisi lain seperti kemampuan manajerial ataupun bisnis dalam fakultas teknologi informasi ataupun ilmu komputer kadang menjadi terabaikan. Di sini kita akan melihat suatu kerangka konsep yang sangat sederhana, dimana menggabungkan antara kemampuan teknikal dan manajerial sangat diperlukan untuk menghasilkann sumber daya manusia yang bukan saja mencari lapangan pekerjaan setelah lulus tetapi “menciptakan lapangan pekerjaan” ini hal yang sangat penting di antara konsep lainnya.
Dari gambar 1, kita dapat melihat hal yang sangat sederhana (mungkin orang yang melihatnya akan mengatakan, “saya sudah mengetahui”), tapi ada satu hal yang dilupakan bahwa pada saat “kita merasa diri kita mengetahui maka kita sebenarnya belum mencapai pengetahuan itu sendiri”. Kita tidak akan berbicara banyak tentang filosofi. Kembali kepada kerangka konsep kemampuan dalam gambar 1, dari hasil
experience yang kita dapat peroleh bahwa banyak fakultas (departemen) teknologi informasi ataupun pendidikan Ilmu Komputer pada umumnya terlalu menitik beratkan pada kemampuan technical yang super, tetapi kemampuan untuk membangun bisnis yaitu kemampuan entrepreneurship sudah sangat dilupakan. Sebagai contoh konkrit: seorang mahasiswa mempunyai kemampuan programming yang sangat canggih tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk “menjual” kemampuan tersebut, maka
yang terjadi maka mahasiswa tersebut hanya dapat berdiri pada satu titik yaitu titik employee bukan melaju kepada titik self employee atau bahkan lebih jauh lagi (hal ini dapat saya jelaskan dengan
beberapa contoh ataupun bukti saya sebagai seorang konsultan dalam menghasilkan mahasiswa yang
mempunyai penghasilan 5 juta per bulan, 100 juta ataupun beberapa mahasiswa
sudah dikirim ke Malaysia dari hasil training yang saya lakukan terhadap mereka).
Kita lanjutkan konsep kerangka kemampuan ini perlu dikembangkan secara seimbang bukan berat sebelah, yang artinya pada saat seseorang mempunyai kemampuan teknikal yang tinggi maka perlu ditekankan bahwa menciptakan lapangan pekerjaan adalah hal yang sangat penting, sebagai contoh yang sederhana dengan menjadikan mahasiswa tersebut seorang konsultan junior yang walaupun dibayar murah tetapi pengalaman yang diperoleh akan sangat berharga bahkan lebih berharga daripada pendidikan formal yang dia peroleh.
Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 145
Di sisi lain mahasiswa yang mempunyai kemampuan entrepreneurship yang tinggi juga perlu dibekali kemampuan teknikal yang berbasis pada talent yang dia miliki bukan memaksakan. Terdapat contoh yang sangat konkrit yang terjadi di dunia pendidikan sekarang ini. Beberapa Universitas memaksakan semua program yang dimiliki tanpa bisa melihat ataupun menempatkan mahasiswa pada kemampuan sebenarnya. Sebagai contoh yang bisa dikemukakan adalah jika semua mahasiswa diwajibkan untuk mengambil program Java dan bersertifikat Java maka di sini akan terjadi kesenjangan yang sangat memaksa. Program pendidikan di fakultas (departemen) teknologi informasi ataupun ilmu komputer harus dapat melihat dengan mata terbuka lebar bahwa “tidak setiap orang mempunyai kemampuan yang sama”, tetapi kita harus menyatukan kemampuan. Contoh lebih jauh lagi di suatu universitas yang berbasis teknologi, para dosen mempunyai bagian masing-masing,
spesialisasi yang saling terhubung bukan saling terpisah, dosen A mempunyai kemampuan Java programming, Dosen B kemampuan SAP dan ERP, Dosen C kemampuan programming lainnya (secara universal) dan terakhir Dosen Dmempunyai kemampuan manajerial atau Entrepreneurship. Nah pada saat ini terjadi menggabungkan lebih baik daripada memisahkannya (hal ini bisa dijelaskan sangat panjang lebar, terdapat di dalam slide strategy dan visi).

III. KONSEP PENGEMBANGAN


Dari gambar 2 dapat kita lihat bahwa kombinasi dan penyeimbangan yang baik antara kemampuan entrepreneurship dan kemampuan teknikal. Setelah dilakukan penyeimbangan antar kemampuan masing-masing maka diperlukan pembangunan sumber daya manusia yang lebih luas dan yang terpenting adalah pembangunan bisnis di dalam fakultas (departemen) teknologi informasi. Hal ini
dapat dimulai bukan hanya dari projectproject yang diberikan perusahaan kepada mahasiswa, tetapi mahasiswa dan dosen dituntut untuk dapat membangun perusahaan konsultan, sebagai contoh, untuk dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas (ini adalah konsep yang sudah saya terapkan kepada beberapa mahasiswa dan diantaranya sudah berhasil, yang walaupun bukan
perusahaan IT tetapi Café yang masih berbasiskan penggunaan teknologi). Di samping itu kerjasama yang solid antar perusahaan perlu dikembangkan lebih jauh. Di Indonesia hal ini belum menjadi trend yang kuat sehingga kita selalu sulit untuk bersaing dengan negara-negara maju. Oleh sebab itu, sudah saatnya perlu terjadi perubahan paradigma dalam Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 146 pendidikan. Kurikulum harus dapat berimbang. Pengembangan badan mahasiswa yang berbasis entrepreneurship sangat diperlukan untuk menghasilkann profit bukan hanya kepada universitas tetapi kepada dosen dan mahasiswa, pengembangan riset sangat dibutuhkan juga untuk dikembangkan lebih jauh. Mata kuliah entreneurshippun dapat digunakan sebagai wadah untuk membangkitkan semangat mahasiswa untuk belajar membuat usaha baru, mahasiswa pun tidak hanya diberi tugas-tugas teori saja. Akan tetapi pada matakuliah ini juga dapat digunakan untuk memasarkan produk-produk mereka pada matakuliah lain. Sebagai contoh tugas pada matakuliah database dan pemrograman java dapat dikombinasikan menjadi software jual-beli yang dapat dijual kepada toko-toko yang masih menggunakan penyimpanan data secara manual. Dalam kasus ini diperlukan kombinasi antara kemampuan teknikal dan entrepreneurship. Tentunya untuk menjual produk dibutuhkan kedua kemampuan itu. Secara teknikal, seorang mahasiswa harus melakukan inovasi terhadap program itu sehingga berbeda
dengan program-program yang lain. Misalnya peningkatan kemampuan database dengan pemberian history penjualan yang lebih lengkap, prediksi penjualan, dan software yang dapat mengusulkan suatu promosi penjualan barang pada customer member. Sedangkan secara entrepreneurship, seorang mahasiswa harus mampu memasarkan produknya dengan publikasi, promosi, atau dengan menyebarkan programnya untuk dapat diunduh secara free dan diberikan masa percobaan. Hal ini dapat memberikan banyak pengalaman berharga pada mahasiswa, dan melatih mahasiwa untuk dapat
membuat usaha sendiri misalnya software house. Lebih jauh lagi, pengembangan sumber daya manusia terkadang menemui kendala yang cukup besar di dalam pendidikan Ilmu Komputer. Kendala pertama yang pada umumnya terjadi adalah kurangnya fasilitas yang diberikan sehingga tidak dapat melakukan riset lebih dalam lagi. Kendala ke 2 adalah kurangnya dukungan dari Rektorat
terhadap kebutuhan yang sangat signifikan terhadap perkembangan talenta masing-masing mahasiswa dan dosen ataupun tenaga pengajar. Kendala ke 3 tidak solidnya kerjasama antar dosen ataupun tenaga pengajar sehingga terjadi persaingan yang tidak sehat antar pengajar. Kendala ke 4 Perusahaanperusahaan masih menutup diri dalam bekerja sama dengan universitas sehingga hal ini mengakibatkan tidak berkembangnya perusahaan itu sendiri dan demikian juga universtas. Kendala ke 6 Pemerintah tidak mendukung penuh dalam dunia pendidikan, terjadinya korupsi dan sebagainya. Kendala-kendala di atas hanya merupakan sebagian kecil kendala yang kita ketahui, terdapat banyak sekali kendala yang harus kita atasi terutama pada tingkat riset.

IV. PANDANGAN UMUM
Perkembangan Ilmu Komputer di Indonesia masih sangat lambat walaupun terlihat perkembangannya cepat tetapi tidak dikendalikan dengan baik. Kita bisa mengilustrasikan demikian: seperti molekul-molekul atom yang terpisah Techno. COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 147 pisah dan belum menyatu. Hal ini akan sangat berbahaya sekali karena jika pendidikan ilmu Komputer ataupun universitas tidak dapat menyatukan kemampuan masing-masing maka akan terjadi Gap yang terlalu besar. Sebagai contoh Facebook sangat booming di Indonesia, di sini kita dapat melihat para
pengguna Facebook yang luar biasa meningkatnya tetapi di mana orang-orang yang mau membuat facebook, menyaingi sehingga kita sebagai local dapat memiliki andalan untuk bersaing dengan
dunia luar. Memang sudah beberapa tapi hal ini masih belum cukup karena dengan tidak didukung kemampuan marketing yang baik, maka berakhir pada tidak banyak yang menggunakan produk lokal
kita. Pandangan berikutnya adalah Yahoo Messenger ataupun e-mail yahoo, google, dan masih banyak lagi. Kita perlu mengembangakan sumber daya manusia yang mampu untuk mengembangkan halhal seperti itu karena itu dapat meningkatkan daya saing. Ingat kemampuan teknikal tanpa didukung kemampuan bisnis dan juga kemampuan bisnis tanpa didukung kemampuan teknikal yang cukup akan sangat berbahaya sekali. Kita membutuhkan orang-orang yang mampu. Seperti saya cantumkan dalam riset saya di buku Friendship learning Systems, bahwa dengan menyatukan talenta dan dapat memahami masing-masing talenta maka pendidikan dapat berkembang dengan baik.

V. KONSEP PENGEMBANGAN
LEBIH LANJUT

Dari gambar 3, kita dapat melihat bahwa terdapat 3 irisan lingkaran yang sangat penting. Terdapat suatu pandangan yang cakupannya tidak luas. Sebagai contoh, bahwa Departemen Terknik Informatika harus terpisah dengan departemen system informasi dan departemen manajemen ataupun lainnya. Sesungguhnya hal ini bisa disatukan dengan melihat potensimasing-masing dan mengembangkan titik temu. Terkadang pendidikan Ilmu Komputer di Indonesia melupakan hal ini,
dimana kemampuan programming adalah kemampuan utama dan kemampuan bisnis adalah hal utama tetapi melupakan kemampuan teknikal. Lebih jauh lagi, contoh dalam kurikulum kita harus merancang keseimbangan antar satu sama lain dengan berimbang. Teknik Informatika mempunyai bobot yang lebih jauh lagi terhadap bobot programming yang dimiliki oleh system informasi.
Memang di sini terjadi perbedaan yang harus signifikan karena ini akan di spesialisasikan. Dari pengalaman saya pada saat merancang kurikulum yang akan di gunakan oleh 2 universitas swasta
yang cukup besar, saya merancang keseimbangan yang kemudian akhirnya diterapkan selama beberapa tahun dan Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 148 hanya terjadi perubahan sedikit karena sudah bagus untuk dapat diterima oleh industry atau perusahaan-perusahaan. Inilah sebabnya penting sekali untuk memahami keseimbangan.

VI. KESIMPULAN
Semua program pendidikan berusaha membawa pribadi yang bertumbuh untuk dididik dalam relasi terbaik yang mungkin dengan lingkungannya. Namun, istilah lingkungan sendiri sangat kabur. Jadi, jika kita mendefinisikan pendididikan sebagai “penyesuaian suatu pribadi yang bertumbuh dengan
lingkungannya”, maka definisi tersebut tidak mempunyai signifikansi apa pun jika kita tidak dapat mendefinisikan apa yang dimaksud dengan lingkungan yang kepadanya individu yang bertumbuh harus disesuaikan. Lebih jauh lagi, Kita diajarkan bahwa tujuan pendidikan adalah mengajarkan kepada pribadi-pribadi yang sedang bertumbuh suatu metode untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang merupakan tempatnya. Tujuan ini berlawanan dengan apa yang disebut konsep kuno mengenai tujuan pendidikan, yaitu memberikan kepada anak suatu informasional tertentu.
Pendidikan fungsional telah menggantikan pendidikan konseptual. Tetapi, jika kita mengamati lebih teliti, apa yang disebut teori pendidikan fungsional yang kita bicarakan ini sebenarnya tidak mungkin dapat berfungsi. Alasannya adalah bahwa tidak sesuatu pun yang dapat berfungsi dalam kekosongan. Pernyataan bahwa tujuan pendidikan adalah mengajarkan manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya adalah pernyataan yang benar-benar bertentangan dalam dirinya (self contradictory) jika kita atau orang lain tidak mempunyai ide mengenai apa yang mungkin dimaksud dengan lingkungan tersebut. Tidak mungkin ada persiapan untuk menghadapi kekosongan. Dalam
usaha mempersiapkan diri menghadapi kekosongan, teori pendidikan modern telah kehilangan arah sama sekali. Demikian paper singkat ini dibuat, semoga berguna sebagai bahan masukan (paper ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk diajukan sebagai Journal , yang diharapkan dapat mengubah paradigm pendidikan pengajaran dan pendidikan di Indonesia. Paper ini merupakan sebagian kecil dari cuplikan buku Friendship learning systems yang sedang dalam proses pembuatan, menggabungkannya dengan ilmu filsafat)

DAFTAR PUSTAKA
[1]http://www.buzzle.com/articles/educati
on-problems-in-public-schools.html
[2]http://www.washingtonpost.com/blogs/
answer-sheet/post/public-educationsbiggest-
problem-getsworse/
2011/09/13/gIQAWGz2RK_blo
g.html
[3]http://www.theatlantic.com/national/ar
chive/2012/04/fixing-education-theproblems-
are-clear-but-the-solutionsarent-
simple/256047/
[4]http://www.jainworld.com/phil/sol/sol1
0.htm
[5]http://www.tanotofoundation.org/index
.php/en/newsroom/press-releases/304-
pemetaan-permasalahan-pendidikanindonesia
Techno.COM, Vol. 11, No. 3, Agustus 2012: 142-149 149
[6]http://articles.latimes.com/2009/oct/04/
local/me-teachers4
[7]http://dheziedhezie.
blogspot.com/2011/03/indonesi
a-education-problems.html
[8]http://voices.yahoo.com/three-seriousproblems-
current-educational-

250813.html

1 komentar:

  1. Nama : Mohamad Edo Setiana
    NIM : A12.2016.05582
    Progdi : S1-Sistem Informasi

    Pendapat saya selaku Mahasiswa progdi Sistem Informasi Semester 1 Universitas Dian Nuswantoro tentang ”ANALISA DAN PARADIGMA PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER DI INDONESIA” yang di upload di google scholar oleh bapak Indra Gamayanto selaku dosen Keterampilan Interpersonal untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh bapak Indra Gamayanto adalah sebagai berikut :
    Saya selaku mahasiswa semester 1 progdi Sistem Informasi sangat setuju kalau Paradigma Pendidikan Ilmu Komputer saat ini di rubah dengan menggunakan cara mengkombinasi antara kemampuan teknologi dengan jiwa kewirausahaan. saya setuju karena saya berpandangan bahwa Negara berkembang di Indonesia saat ini memang harus bisa menciptakan lapangan kerja baru, nah untuk mencapai itu semua dasar pendidikan yang di tempuh bukan hanya sekedar mempelajari teori ataupun mempelajari dunia entrepreneurship/kewirausahaan saja, sedikit saran tambahan buat artikel di atas untuk mencapai semua itu mahasiswa juga harus di gembleng dengan tugas praktik di lapangan secara langsung supaya nanti pada saat lulus mahasiswa tersebut siap untuk menghadapi dunia kerja dan alangkah baiknya bisa membuat lapangan kerja baru.

    Sekian yang dapat saya sampaikan,Mohon maaf jika ada tutur bahasa yang tidak berkenan saya selaku Mahasiswa Progdi Sistem Informasi Semester 1 Universitas Dian Nuswantoro mengucapkan Terimakasih.

    BalasHapus